Sepasang Burung Lovebird

Sampai hari ini aku percaya. Pernikahan itu indah. Aku senang bisa menikah dengannya. Setelah berbagai perjuangan yang kami lalui bersama. Pada akhirnya dengan segala macam cibiran dan cemoohan orang-orang, bahkan yang muncul dari keluarga kami masing-masing. Dia, laki-laki yang aku dambakan, berani mengucapkan ijab qabul dan bersumpah untuk setia, sehidup semati. Sekali pun aku dinikahi dalam keadaan sudah berbadan dua. Bagiku tidak masalah. Karena mungkin hanya ini caranya agar kami bisa hidup bersama. Dia mau bertanggung jawab untuk kehidupanku, dan bayi yang aku kandung. Dengan menyerahkan kandang burung beserta sepasang burung lovebird, tak lupa beberapa lembar uang tunai yang tidak terlalu banyak sebagai mahar pernikahan kami.

Lanjutkan membaca “Sepasang Burung Lovebird”

Detective Conan, The Fist Of Blue Sapphire : Hutang Pertarungan Antara Jagoan Karate dengan Pencuri Bayangan

Detective Conan, The Fist Of Blue Sapphire : Hutang Pertarungan Antara Jagoan Karate dengan Pencuri Bayangan

Detective Conan : The Fist of Blue Sapphire, film ke-23 dari Detective Conan yang dirilis tahun ini. Kembali menghadirkan tokoh pencuri legendaris Kaito Kid yang berniat mencuri The Fist Of Blue Sapphire dan dipertemukan dengan atlet karate Jepang yang tak terkalahkan, Makoto Kyogoku.

Lanjutkan membaca “Detective Conan, The Fist Of Blue Sapphire : Hutang Pertarungan Antara Jagoan Karate dengan Pencuri Bayangan”

Tidak Perlu Jadi Robbie Williams.

Tidak Perlu Jadi Robbie Williams.

15 tahun yang lalu. Diruang tamu rumah. Kami sekeluarga menonton tv. Mamah menguasai remote. Sama seperti penonton tv pada umumnya, bila acara yang paling diminati sedang iklan, pasti channel diganti. Saat itu Global TV belum seperti sekarang. MTV masih ada dan kerap memutar lagu-lagu Barat. Ketika berselancar channel dan kebetulan GTV sedang memutar video clip lagu Feels yang ditembangkan oleh Robbie Williams. Tanpa banyak alasan kami nonton dan mendengarkan lagu itu. Sampai hari ini masih terngiang bagaimana reffnya dan bagaimana jeritan hati Robbie Williams yang terlalu angkuh dan gengsi untuk jujur pada perasaannya sendiri namun dibalik itu semua dia hanya ingin merasakan cinta yang sebenarnya.

Lanjutkan membaca “Tidak Perlu Jadi Robbie Williams.”

Ulasan Film Pendek : The Strange Things About The Johnson

Ari Aster boleh dibilang berhasil memulai debutnya dengan Hereditary. Sebuah film horor yang lumayan mengganggu pikiran penonton sampai beberapa hari setelah menonton. Ternyata Hereditary bukan karya pertamanya. The Strange Thing About The Johnsons (TSTATJ) merupakan salah satu karya Ari Aster yang lain dengan premis cerita yang sangat berani.

Lanjutkan membaca “Ulasan Film Pendek : The Strange Things About The Johnson”

Sampai Maut Memisahkan

Sampai Maut Memisahkan

Ceritanya ini udah malem banget. Sekira tengah malem lewat setengah jam lah. Cowok-cowok kalo jam segitu udah ngobrol pasti obrolannya makin ngalor-ngidul. Gak ada arah tapi berasa filosofis banget. Ditemenin sebotol air dingin dari kulkas si Jaber empunya rumah. Cireng kering yang pedes banget dari si Annas. Udah sisanya cuma modal rokok doang sama celotehan gak jelas. Sebenernya banyak yang kita obrolin pas itu. Kebanyakan cerita perjalanan si Firli yang udah naik turun beberapa gunung di pulau Jawa. Kebanyakan ceritanya isi tentang banyolan sih. Gak ada cerita heroiknya. Pas lagi cerita gitu.

Lanjutkan membaca “Sampai Maut Memisahkan”

Suicidal Thought

Seorang pria yang hidup sendirian di sebuah kontrakan. Setelah menonton video porno 15 menit sambil onani dia berhenti dengan napas memburu dan celana basah oleh air mani. Pikirannya kembali dengan seluruh penyesalan yang entah muncul dari relung paling gelap di dalam otak.

Mati enak kali ya…

Pikirnya dalam hati.

Dia cuma bisa bertanya, tapi terlalu pengecut untuk melakukannya. Dia punya banyak pesan untuk disampaikan, tapi terlalu bodoh untuk bisa mengungkapkannya. Dia juga bukan pelaku kriminal. Setiap keluar rumah dia adalah pribadi yang terlihat baik, berkontribusi bagi sosial, tak jarang juga orang melihatnya pergi ke rumah ibadah.

Namun ketika dikontrakannya, sendirian. Dia kembali membusuk.

Kesendirian yang membuatnya membusuk.

Wajah palsu yang ia pasang ketika bekerja.

Ketika pergi dengan kekasihnya.

Ketika bertemu dengan orang tuanya.

Ketika minum kopi bareng dengan teman-teman.

Mereka tidak tahu kalau pria ini hanya menyimpan penyesalan dan kebusukan di balik senyumnya.

Yang lebih busuknya lagi…

Orang-orang disekitarnya yang menganggap bahwa dia baik-baik saja.

IMG20180520152829.jpg